Laman
Jumat, 22 Maret 2013
Aku Hanya Wanita Biasa
:: Aku Hanya Wanita Biasa Duhai Suamiku ::
Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak...
Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih....
Padahal kau begitu tahu begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.
Karenanya ku ingin kau tau,aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan.
Maka ketahuilah...
Kepadamu yang akan memilihku kelak...
Aku tak sebijak bunda Khadijah, karenanya ku ingin kau tau,
aku bisa saja berbuat salah dan begitu membuatmu marah.
Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku,
nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah pemimpinku, tak akan berani ku durhaka kepadamu...
Duhai kau yang yang telah memilihku kelak....
Ingatlah, tak selamanya aku dapat tampak cantik di matamu,
ada kalanya aku akan terlihat begitu kusam dan jelek.
Mungkin karena aku begitu sibuk berjibaku di dapur,
untuk menyiapkan makan untukmu dan malaikat-malaikat kita nanti
InsyaAllah
Maka, aku akan tampak kotor dan bau asap.
Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita,
agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat.
Maka mungkin aku tidak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.
Ataukah kau akan menemukanku terkantuk-kantuk saat mendengar keluham dan ceritamu,
bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu,
tapi semalam saat kau tertidur dengan nyenyak,
aku tak sedetikpun tertidur kerana harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang rewel,
dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu..
Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku,
maka tetaplah tersenyum padaku, karena kau adalah kekuatan ku...
Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak...
Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah,
menangis dan tak terkontrol, bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa,
aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku,
dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu,
maka bersabarlah, yang ku butuhkan hanya belaianmu...
Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadam segala resahku...
Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak...
Ketahuilah, aku tak secerdas Aisyah..
Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-NYA..
Jangan segan membangunanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih..
Jangan letih mengingatkanku untk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah..
Bimbing tanganku ke Jannah-NYA agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya...
Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku...
Seiring berjalanya waktu,kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah,
akan menipis dam memutih. Kulitku yang bersih akan mulai keriput. Tanganku yang halus akan menjadi kasar...
Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu...
Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu...
Maka jangan pernah berpaling dariku...
Karena satu yang tak pernah berubah,
bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah,
yaitu rasa cintaku padamu...
Ketahuilah... Tiap harinya, tiap jam, menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu.
Maka cintailah aku karena-NYA, dengan apa adanya aku...
Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna...
Maafkan aku karena aku bukan istri Nabi...
Aku hanya wanita biasa......
kangen rumah... lagi...
Entahlah...
Malam ini rasanya aku merasakannya lagi...
Lagi dan lagi aku merasakan perasaan rindu padamu, ma...
Rindu yang amat menyiksa, rindu pelukanmu, rindu senyumanmu,
rindu belaian tanganmu di atas kepalaku, rindu segala tentangmu ma...
Engkau adalah malaikat yang Allah SWT kirimkan untukku,
denganmu, karenamu aku hidup di dunia ini..
Mama, kira2 sejauh yang telah kulakukan hanya untukmu dan
ayah , apakah sampai sejauh ini, aku sudah bisa membuatmu bangga ?
Apakah pernah engkau meneteskan air mata bahagia karena
sesuatu hal yang kulakukan yang membuatmu terharu ?
Mama, begitu amat sayangnya diriku padamu ma hingga rasanya
aku terlalu takut untuk membuatmu marah, kecewa dan hal-hal lainnya yang kurang
mengenakkan...
Aku tidak ingin dan tidak ingin pernah lagi melihatmu sedih
seperti saat2 aku sering sakit2kan tempo hari.......
Sedihmu itu, raut wajahmu yang kusut, semuanyaaa...
semuanyaa membuatku sedih ma...
Aku ingin selalu membahagiaanku ma, begitu pula dengan
ayah...
Aku ingin kalian berdua bangga telah melahirkanku..
Walaupun aku jelek, hitam, kecil, bodoh, tetapi aku takkan
menyerah hanya karena alasan itu, aku SIAP melewati rintangan apapun hanya
untuk sekedar membuatmu tersenyum bangga karenaku, ma...
PASTI ADA ! ada saatnya setelah aku berusaha, cepat atau
lambat.. aku yakin aku bisa membuatmu bangga ma...
Walaupun sekarang kita telah terpisah pulau, terpisah oleh
ber-ribu2 kilo atau bahkan lebih.. aku selalu akan melakukan hal yang sama ma,
“MEMBUAT KALIAN BANGGA TELAH MELAHIRKANKU”..
Ma, saat ini.. aku berfikir untuk menyelesaikan impian jangka menengah-ku seperti yang
tertera di pintu lemari pakaianku
dirumah, tepatnya di kamarku itu.., “KULIAH”... yah tepatnya setelah dengan
bangganya aku mencontreng pada angka 1 dan 2 di daftar impianku itu ... “1. Lulus dari SMK Kehutanan dengan nilai
yang memuaskan. Dan 2. Bekerja di kantor kehutanan...” , aku ingin sekali kuliah, walaupun pada tahun
lalu aku sebenarnya sudah memiliki kesempatan itu di UNHAS, sayangnya aku harus
meninggalkan untuk berangkat kesamarinda sini untuk bekerja,,, mama.. yah pada
daftar itu aku ingin sekali kuliah di UGM/IPB... tapi aku pikir, karena sikonku
sekarang sampai mungkin 5 tahun kedepan yang tidak memungkinkan untuk ke
merantau lagi ke JAWA ,, aku berniat untuk kuliah disini ma.. aku berharap
engkau mendukungku....
Setelah aku mendapatkan libur nanti, pada kepulangan
pertamaku ke makassar setelah beberapa bulan yang lalu aku berangkat merantau
kesini, aku akan mengatakan keinginanku ini pada mama dan ayah, dan jika kalian
merestuiku, Insya Allah aku akan mencari jalan yang terbaik untuk perjalanan
karirku ini, aku ingin bekerja sambil kuliah disini, aku tidak ingin membuang
waktuku dengan percuma,, walaupun umurku di tahun ini masih 19 tahun, aku tidak
berniat dan tidak akan pernah sekalipun berniat untuk bersantai-santai dan
menikmati yang sekarang, hukhh.. segini belum ada apa2nya, aku harus
melanjutkan sekolah, maka dari itu aku harus kuliah, aku harus mengejar ilmu
itu sejauh –jauhnya, agar aku memiliki
banyak pengalaman dan tentuntya ilmu baru...
Mama,, mungkin sifat yang keras kepala, pantang menyerah
(memiliki ambisi yang tinggi) dan penuh semangat ini, berasal darimu,, dan
tentunya dari ayahanda tercinta, my grandfather yang telah meninggal dunia
beberapa tahun yang lalu. Semoga semua bekal ilmu yang telah engkau tanamankan
pada anakmu ini bisa membantuku menuju jalan kesuksesan dengan benar yah ma,,
amin :D
I love u mam,, :*
I love u too dad.. :*
Langganan:
Postingan (Atom)


