Hal yang tak mungkin bisa kita katakan adalah mengungkapkan
seberapa besar rasa rindu yang kita rasakan... sejuta kalipun kamu mengatakan ‘i
love u” “i miss u” takkan merubah apapun selain , “aku butuh kamu disisiku”,
hanya itu, ku mohon kamu mengerti seberapa besar rasa cinta yang aku rasakan
ini dan seberapa besar pula terjangan badai yang setiap hari berusaha mengikis
rasa ini. Aku takut aku takkan mampu mengahadapinya. Sekalipun yang kurasakan
ini sungguh2 padamu, tapi apakah itu berarti aku bisa bertahan ?? adakah disana
kamu merasakan asa ini juga ?? hatiku bergetar mataku berkaca-kaca setiap kali
teringat padamu, setiap kali aku mengungkapkan didalam hatiku betapa aku
merindukanmu, ingin kulihat lagi dan lagi dirimu ketika mataku terbuka...
kuingin merasakan lagi dan lagi kasih sayangmu, pelukan hangatmu dan senyum
tulusmu padaku. Adakah kau mengerti aku hampir jatuh setiap kali melihat
teman2ku bersama kekasihnya? Betapa iri rasanya hati ini, sejujurnya aku
membutuhkanmu, namun, kau mengenalkan JARAK padaku, pada perasaanku padamu,
pada rasa cintaku padamu, pada segala hal yang kau berikan padaku!! Kini, jarak
adalah jembatan yang membatasi kita! Rasanya ingin kuberlari padamu, ingin
kuhapus saja jarak ini, aku membencinya, dia menjauhkanku padamu, dia membuatku
iri, dia membuatku menangis, dia membuatku sakit menahan rindu ini detik demi
detik... !! tapi aku bisa apa ?? hanya bisa menunggu.. yahh karena itulah yang
aku tau, aku hanya ingin bisa terus menunggumu, kembali kesisiku lagi dan
menghapus JARAK ini...
Laman
Selasa, 04 Juni 2013
Jumat, 31 Mei 2013
kamu..
Senja sore, kala itu, aku duduk
disamping dirimu,,
Penjaga hati mengatakan tak
seharusnya aku duduk disini..
Namun apalah dikata, aku tlah
disini dan harus aku jalani kisah ini
Mereka bilang, aku jahat, mereka
bilang aku munafik..
Tapi tidakkah
mereka tau aku sedang berusaha??
Aku menatapmu sendu, tanpa tanya
kamu menyadarkan lamunanku dengan
pertanyaan2 aneh
Aku tau kamu menyadarinya,
Menyadari apa yang sedang kamu
katakan..
Aku tau kamu salah tingkah,
Ketika kamu mulai menggaruk-garuk
belakang kepalamu yang tak gatal itu
kamu sedang berusaha
mengendalikan dirimu sendiri..
Mengembalikan jiwamu yang melayang-layang
ke alam sadar yang tak kamu
sadari sepenuhnya
kamu berkata, “mampukah aku untuk
melanjutkan ini semua?”
Beberapa kata yang mengiris
hatiku..
Entahlah, kurasa kata2 itu seakan
seperti pisau tajam yang membelah hatiku
Rasanya tak ingin kudengar itu
Ingin ku duduk diam dan menatap
kedepan saja
Mengikuti irama kendaraan yang
lain..
Aku ingin, namun hatiku tidak..
Hatiku rasanya seperti marah dan
ingin meloncat
Namun aku harus bertahan,
Sedikit lagi, dan semuanya akan
mulai..
Pendusta yang sedang terduduk
kaku..
Lalu kubuka dengan sebuah
senyuman..
Senyuman hangat tapi tak tulus
“apa yang sedang aku lakukan?”
Tiba2 seperti seseorang sedang
menyerang fikiranku
Aku gugup, aku kaku, kembali
terdiam..
Rasanya ingin kuakhiri saja
semuanya..
Ingin kuberlari pulang dan
menangis sekencang2nya..
Tapi tidak mungkin, aku sudah
sejauh ini..
Aku mundur dan semuanya
berakhir..
Haruskah ???
Namun, kenyataan ini.. tidakkah
ada yang lebih indah??
Aku menatapmu, menatap hatimu
Tak ada cahaya yang aku lihat
padamu
Tak ada bintang yang bersinar di
matamu
Tak ada keteduhan yang kudapat
disenyumanmu
Kamu?? Kamu selamanya takkan bisa
seperti dia..
Tapi kamu harapan , tapi kamu
masa depan
Bagaimana mungkin di saat-saat
seperti itu
Aku berfikir kamu adalah dia..
Shhiiitttt.... kumeringis dalam
hati
Kutarik nafas dalam-dalam dan
tetap bertahan
Aku mampu, walau aku harus
mengakui
Saat ini aku benar-benar munafik
Sudahlah, ini duniaku, ini diriku
dan aku berhak berbuat sesukaku
Langganan:
Postingan (Atom)