Kamis, 23 Mei 2013

sekilas...



Entahlah harus mulainya dari mana...
Aku cuma pengen bilang, kadang aku iri dengan orang2 yang selalu berada di dekatmu, mereka bisa mendengar tawamu, melihat senyummu, mendengar crita2mu langsung, bisa mengajakmu bercanda / bergurau, dll. Itu semua kadang membuatku merasa tersiksa, walaupun aku sadar, ini tidak boleh. Sejujurnya, karena kamupun bisa berkata seperti ini padaku...
Aku hanya merasa, aku sepi tanpamu... kadang aku bosan, karena saking terlalu merindukanmu.. kadang aku merasa bosan bertanya padamu, “lagi apa sayang?”, kadang aku jengkel, ketika kamu bilang lagi pergi jalan sama teman2mu, dan lagi lagi disini aku hanya bisa gigit jari!!
Harusnya aku tak usah mendengar kata2 mereka yang bisa membuatku, lemes... mereka bilang, kenapa aku harus mempertahankanmu? Sedangkan hubungan kita ini serasa tak berujung, waktu dan jarakpun sangat terlihat ingin memisahkan kita... -,-
Hancur, sakit, pedih rasanya mendengar cercaan itu datang berkali-kali padaku dan sepertinya itu juga terjadi padamu... walaupun tak banyak yang tau, beberapa teman2 dekat kita, apa yang terjadi pada hubungan kita?! Kita sulit untuk bersatu karena sesuatu sebab....
“adat”, “suku”, “latar belakang”, dll shiiitt, hal semacam itu masih terlalu kental di keluargaku.. dan aku membenci itu, hal yang membuatku sulit mengatakan,”aku mencintai kekasihku saat ini, ma, pa!” di depan kedua orang tuaku..  tapi hatikupun tak bisa melepaskanmu, aku terlalu dan sangat terlalu mencintaimu ....
Sejauh ini, pengorbanan yang telah kamu lakukan untuk mempertahankan hubungan kita ini, sudah cukup menguras air mataku, sungguh bahkan sedikitpun rasanya aku tak tega dan tak bisa untuk mengakhiri hubungan kita ini..
Menunggumu, adalah pekerjaan terberat yang pernah kulakukan seumur hidupku...  dan tak pernah terbayangkan hubungan kita ini akan sejauh ini...
Haruskah aku terus menunggu dan menunggumu???
“Aku mencintaimu”, 2 kata yang tak bisa berhenti untuk kukatakan ketika aku merindukanmu..
Aku merindukanmu, aku merindukanmu kekasihku...










Senja sore, kala itu, aku duduk disamping dirinya,,
Penjaga hati mengatakan tak seharusnya aku duduk disini..
Namun apalah dikata, aku tlah disini dan harus aku jalani kisah ini
Mereka bilang, aku jahat, mereka bilang aku munafik..
Tapi tidakkah mereka tau aku sedang berusaha??
Aku menatapnya sendu, tanpa tanya
Dia menyadarkan lamunanku dengan pertanyaan2 aneh
Aku tau dia menyadarinya,
Menyadari apa yang sedang dia katakan..
Aku tau dia salah tingkah,
Ketika dia mulai menggaruk-garuk belakang kepalanya yang  tak gatal itu
Dia sedang berusaha mengendalikan dirinya..
Mengembalikan jiwanya yang sempat tersesat
ke alam sadar yang tak dia sadari sepenuhnya
Dia berkata, “mampukah aku untuk melanjutkan ini semua?”
Beberapa kata yang mengiris hatiku..
Entahlah, kurasa kata2 itu seakan seperti pisau tajam yang membelah hatiku
Rasanya tak ingin kudengar itu
Ingin ku duduk diam dan menatap kedepan saja
Mengikuti irama kendaraan yang lain..
Aku ingin, namun hatiku tidak..
Hatiku rasanya seperti marah dan ingin meloncat
Namun aku harus bertahan,
Sedikit lagi, dan semuanya akan mulai..
Pendusta yang sedang terduduk kaku..
Lalu kubuka dengan sebuah senyuman..
Senyuman hangat tapi tak tulus
“apa yang sedang aku lakukan?”
Tiba2 seperti seseorang sedang menyerang fikiranku
Aku gugup, aku kaku, kembali terdiam..
Rasanya ingin kuakhiri saja semuanya..
Ingin kuberlari pulang dan menangis sekencang2nya..

Selasa, 26 Maret 2013

Surat Kecil Untuk Tuhanku - part II



Ingatkah engkau ketika malam menjadi hal yang paling kutunggu-tunggu setiap harinya ???
Ingatkah engkau ketika malam adalah tempatku berbagi kasih ???
Ingatkah engkau ketika malam membuatku bisa tersenyum dan hal yang membuatku merasa hidup ???
Yaahh.. malam-malam dimana aku memulai semua kenakalanku itu..
Ketika nyawa adalah taruhan yang merupakan harga mati yang tak bisa dibayar atau bahkan digantikan oleh apapun, tapi bagi sebagian anak muda sepertiku... hal itu sudah tidak penting dan menjadi urutan paling terakhir dalam kenyataan !!!!!!!!!!!!!
Di suatu tempat , tempat yang tak menentu, kami berkumpul dan melakukan hal gila yang kebanyakan orang merasa hal itu adalah hal yang SANGAT TIDAK BERPENDIDIKAN !!
Yaah, itu sebagian kecil dari masa laluku....
Tapi aku hidup karena hal itu, karena mereka ada, karena di tempat itu aku merasa di hargai, aku merasa di anggap ADA !!
Tapi tetap saja, ketika pulang... rasanya akan kembali sama.... sepi.. sepi dan sepi....
Sejujurnya, aku merasa hal semacam itulah yang bisa membuka mataku lebar2, hal semacam itulah yang membuatku dewasa sebelum waktunya dan hal itu pula yang membuatku merasakan arti rasa senang itu..  setidaknya aku memerlukan 1 senyuman setiap harinya untuk tetap MERASA HIDUP!
Keluar dari hal itu....
Aku menemukan rumah baru di sebuah sekolah asrama yang mendidikku begitu keras dan ketat hingga sekali lagi aku merasa.... ketika keluar rumahlah.. aku merasa HIDUP !!
Sekarang...
Aku sudah betul2 keluar dari rumah... merantau ke samarinda..
Meninggalkan semua masa lalu yang suram dan menggelikan di kota makassar...
Meninggalkan keluargaku, Meninggalkan kamarku yang tercinta, meninggalkan dunia malam, meninggalkan sahabat2ku tersayang, menin ggalkan semua kenangan2 yang ada disana...
Disini,, aku mulai membuka lembaran baru...
Tapii.. sungguhkah aku betul2 membuka lembaran baru itu ???
Dan apakah lembaran baru itu adalah hal baik atau sama saja dengan masa laluku itu ??
Aku belum menemukannya,, bahkan setelah 7 bulan lamanya aku disini..
Aku belum juga mengerti, apa yang aku cari ? apa dan bagaimanakah cara aku menata hidupku sendiri disini ??
Tanpa arahan, tanpa tujuan yang tidak pasti, juga tanpa larangan....
Ya ALLAH SWT, akankah aku betul2 bisa berubah menjadi lebih baik lagi ??? seperti yang kukatakan berkali2,, semua hal baik yang kulakukan , semata-mata bukan untukku, tapi untuk kebahagiaan kedua orang tuaku disana...
Aku hanya ingin melihat mereka (kedua orang tuaku) selalu tersenyum,, simpel !!!
Namun tak se’simpel melakukannya....
Begitu banyak pengalaman dan ajaran dari alam yang kudapat,namun belum ada yang betul2 bisa membuatku mengerti ...
Akankah engkau hadir di hatiku ??? memberiku rasa nyaman dan kehangatan ??
Menjawab setiap pertanyaan yang ada di benakku ini ???
Aku tak berani berjanji apa2 pada-Mu, hanya saja aku bersedia untuk berusaha BERUBAH....
Aku ingin menjadi wanita impian-Mu, impian setiap muslim di dunia ini...
Juga, menjadi wanita hebat di mata mamaku....
Berikan aku ampunan... berikan aku kasih sayang... berikan aku apa yang orang-orang itu tak mampu berikan padaku , Tuhanku....
Biarkanlah aku selalu meneteskan air mata ini, setiap kali aku merasa malu pada-Mu..
 Agar aku mau berusaha, agar aku tak malu lagi berhadapan dengan-Mu...
Agar engkau mencintaiku dan mencintai orang-orang yang kusayangi di luar sana..

::....................End..........................::